aku adalah seorang lulusan pesantren, 6 tahun aku tinggal di pesantren yang sama, dengan orang2 yang sama pula, memiliki teman yang sama selama 6 tahun dan tinggal di tempat yang sama tanpa bisa keluar kecuali liburan panjang, bagiku tidaklah buruk. hari ini adalah hari kelulusan angkatanku. semua orangtua siswa hadir termasuk ayah dan ibuku. aku mengenakan jas abu2 sepasang dengan roknya dan memakai topi toga yang di sediakan oleh sekolah. aku senang tapi hari ini juga adalah hari terburukku, bukanlah hal mudah untuk bisa lulus dr sekolah ini, bukan hal yang mudah juga meninggalkan sekolah ini. aku tumbuh disini, menjalani pubertas tanpa orangtua disini, merasakan bullying, menjadi nakal, mencoba kabur, dan masih banyak hal yang telah ku lalui dan kurasakan termasuk jatuh cinta. cinta pertamaku berawal dari koperasi, kenpa koprasi? karna di koprasi salam cinta dr pria itu sampai di telingaku. mungkin teman yang menyampaikan salam itu hanya bercanda, tapi aku kerburu keGRan. yaa anak SMP baru pertama kali dapet salam2. sebenarnya aku bahkan tidak mengetahu siapa laki2 itu, jangankan ketemu nama nya aja baru denger. beberapa hari kemudian karena aku benar2 penasaran, akhirnya aku dan rasa GR ku ini mencari2 siapa dia, siapa nama panjangnya, kelas berapa, kenapa aku baru dengar namanya. ternyata dia adalah seorang murid baru pindahan dari entah lah. dia duduk di kelas 2 B, kelas yang kalo diliat dari luar isinya orang2 rajin2 dan baik haha. sebut saja dia A, adit, adin, adi, adil atau apalah terserah. dia bukan lah siswa yang spesial, terkenal, pintar, ketua ekskul, ketua osis, bukan, dia hanya siswa pindahan biasa. tapi mulai hari itu dia menjadi yang spesial untuk ku. berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahka setelah aku lulus SMP, tidak ada progress. aku hanya bisa melihat si A dari kejauhan, sesekali memberi salam yang belum tentu sampai.
lulus SMP, bukanlah hal yang spesial. karna aku tetap bersekolah di sekolah yang sama dan berharap si A pun masih bersekolah di sekolah yang sama. SMA, bagiku sama saja cuma beda seragam. setelah libur panjang dan memasuki hari pertama di SMA aku lihat tidak banyak teman2 ku yang tersisa di sekolah ku, banyak teman2 di SMPku banyak yang pindah sekolah. tapi itu bukan hal yang buruk untukku. karna bebrapa teman terdekatku masih bersekolah di sekolah itu. beberapa hari disekolah dan akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang aku harapkan kehadirannya. A, saat itu berjalan melalu lorong sekolah dari arah asrama. berbunga2 hatiku melihatnya, setelah liburan panjang akhirnya ketemu juga. beberapa hari setelah ketemu pertama di SMA tetap tidak ada progress jangankan ngobrol dia liat aku aja ngga. entah kenpa mulai putus asa. salam pertama di koprasi itu pasti bohong, itu pasti cuma akal2an teman2nya saja. setelah perasaan menyerah itu aku mulai mencoba menyukai orang lain, bbrapa kali memacari orang lain tapi perasaan itu tidak pernah berubah, hanya ada A dan A dan A dan hanya A. dan aku memang tidak perlu melupakannya. melihat dari kejauhan dan jadi penggemar memang sudah cukup.
ujian semester dimulai, siang itu jam istirahat, aku hanya duduk dikelas berbincang2 dengan teman2ku. seseorang berlari dari luar kelas masuk menghampiriku dengan nafas terengah-engah, mukanya merah dan mencoba menceritakan sesuatu kepadaku kepada kita, aku dan teman2 ku. dia pun membuka mulut dan berkata “tadi aku tabrakan sama si A dilorong”. saat dia menyebutkan nama itu aku mulai memperhatikan ceritanya, dengan hati yang cemburu aku hanya bisa tersenyum2 palsu dan berpikir positif bahwa tidak akan ada apapun terjadi antara dia dan A. beberapa minggu berlalu, firasat buruk itu ternyata terjadi, A memang ada sesuatu dengan teman ku. mereka sekarang berpacaran. mendengar berita itu hatiku hancur berkeping2 tidak bisa disembuhkan. sakit mendengarnya, seseorang yang aku sukai selama beberapa tahun kini pacaran dengan temanku. tapi yang jelas yang aku tahu temanku juga tahu kalo aku suka A, dan itu benar2 membuatku tidak pernah bisa lagi menjadi temannya. rencanaku untuk menjauhi temanku tidak berjalan, entah kenapa aku menjadi sekuat batu, setegar karang aku sudah bisa merelakan dia dan A bersama.
berusaha melupakan apa yang terjadi aku pun menyibukan diri dengan ekskul beladiri. disana aku senang, aku merasa menemukan diriku yang selama ini hanya menjadi budak cinta yang menunggu ketidakpastian. jika mengingat-ingat kejadian patah hati itu hanya ingin tertawa. diekskul ini aku lebih mengenal orang2 di sekolahku, adik kelas, kakak kelas dan pelatih2 yang dikirim dari luar sekolah. dengan ekskul ini aku jadi lebih bisa bergaul. yang lebih membuatku senang karna disini aku merasa lebih diperhatikan. aku kenal seorang adik kelas di ekskulku, dia sangat baik dan perhatian. sebenarnya kita sudah saling mengenal sebelum kita bertemu di ekskul beladiri ini. aku dan dia dekat melalui sebuah media sosial. aku tahu dia menyukai sesorang dan dia tahu aku juga menyukai seseorang di tempat ekskulku. namanya F, dia lah yang bisa membuatku keluar dari keterpurukan sakit hatiku. sebenarnya setelah hatiku hancur karna A aku berusaha menyukai seseorang bernama E, tapi semua itu tidak berjalan mulus lagi2 cinta bertepuk sebelah tangan haha sebenernya aku tidak begitu suka, karena mungkin dia hanyalah pelampiasan. sebenarnya saat itu F membantuku PDKT dengan E tapi malah berbalik, aku yang memang stengah2 dengan E tidak bisa sepenuhnya menyukai E yang terkenal dan bergelimang wanita. lama kelamaan aku sadar bukan E yang bisa membuatku lupa akan A tapi F, F, F. suatu malam tenyata keinginanku terkabul, F yang mulai melupakan gebetannya, akhirnya mengutarakan perasaannya padaku. malam itu aku sangan bahagia meledak- ledak ingin berteriak-teriak, lompat kegirangan. tapi aku yang bodoh dan tidak punya otak ini malah menolaknya, awalnya ingin menguji saja apakah dia serius mengutarakn cintanya padaku, tapi pas aku bilang "tapi kan aku lebih tua, nanti kita kaya yuni s**ra dan raffi a**ad (lagi jamannya)" dia malah membalas, "aku bercanda kok". saat itu juga kesenanganku menghilang terbang terbawa angin topan, terbang kelaut terbawa ombak, tenggelam di tengah lautan, dimakan ikan paus. hari- hari berikutnya berjalan seperti biasa, F dan aku tetap dekat. dan aku sudah menyerah untuk mencari-cari laki2 yang bisa mengisi hatiku.
siang itu sama seperti siang siang lainnya, waktu isturahat kami habiskan untuk tidur-tiduran di asrama. kami adalah aku, teman2ku dan temanku yang saat itu telah berpacaran dengan A. kami terlihat biasa, aku juga suadah biasa dengan semua ini. aku tidak pernah bisa marah lagi, karna aku bukanlah siapa2. siang yang panas itu tiba2 seseorang membuka mulut menyebut namaku. aku mencari sumber suara yang ternyata adalah kekasih A, "kenapa?" balasku "mau tau sesuatu ngga?" dia bertanya kepadaku, "apa?" "A pernah ngomogin kamu tau sama aku", katanya. refleks aku langsung memperhatikan dan berkata "apa katanya?", sambil tersenyum iya menjawab "A katanya dulu suka sama kamu, tapi gatau harus gimana nembaknya" mendengar itu aku berpikir, apakah memang begitu? atau ini hanya untuk mencairkan suasana? apapun alasannya menceritakan itu kepadaku itu tidak membuatku lebih baik, malah membuatku membenci A dan diriku sendiri yang tak pernah bisa mendekatkan diri, kalo dulu aku lebih agresif mungkin sekarang kita jadian. tapi nasi sudah menjadi bubur, mana bisa aku membuat A dan pacarnya putus dan memaksanya untuk mencintaiku lagi? tidak mungkin. tapi yang jelas cinta pertamaku, cinta monyetku, dan cerita cinta yang paling menyedihkan bagiku, akan selalu aku ingat dan ku simpan baik2. tentunya hanya aku ingat2 saja, hatiku tetap untuk masa depanku.
ea lebayyyy.....
siang itu sama seperti siang siang lainnya, waktu isturahat kami habiskan untuk tidur-tiduran di asrama. kami adalah aku, teman2ku dan temanku yang saat itu telah berpacaran dengan A. kami terlihat biasa, aku juga suadah biasa dengan semua ini. aku tidak pernah bisa marah lagi, karna aku bukanlah siapa2. siang yang panas itu tiba2 seseorang membuka mulut menyebut namaku. aku mencari sumber suara yang ternyata adalah kekasih A, "kenapa?" balasku "mau tau sesuatu ngga?" dia bertanya kepadaku, "apa?" "A pernah ngomogin kamu tau sama aku", katanya. refleks aku langsung memperhatikan dan berkata "apa katanya?", sambil tersenyum iya menjawab "A katanya dulu suka sama kamu, tapi gatau harus gimana nembaknya" mendengar itu aku berpikir, apakah memang begitu? atau ini hanya untuk mencairkan suasana? apapun alasannya menceritakan itu kepadaku itu tidak membuatku lebih baik, malah membuatku membenci A dan diriku sendiri yang tak pernah bisa mendekatkan diri, kalo dulu aku lebih agresif mungkin sekarang kita jadian. tapi nasi sudah menjadi bubur, mana bisa aku membuat A dan pacarnya putus dan memaksanya untuk mencintaiku lagi? tidak mungkin. tapi yang jelas cinta pertamaku, cinta monyetku, dan cerita cinta yang paling menyedihkan bagiku, akan selalu aku ingat dan ku simpan baik2. tentunya hanya aku ingat2 saja, hatiku tetap untuk masa depanku.
ea lebayyyy.....
No comments:
Post a Comment